Ceritain Aja / Catatan & Hikmah / Tentang

Layar ponsel yang mencuri fokusmu

5 Oktober 2026 · 2 min

Oleh Dimas Prasetya · Pendiri & Editor

Layar ponsel yang mencuri fokusmu

Setiap hari kamu menghabiskan waktu sekitar tiga jam menatap video pendek. Rasanya seru, tapi sebenarnya otakmu sedang dipaksa bekerja lebih keras tanpa jeda.

Topik: Burnout & Dunia Kerja

Jam satu malam dan kamu masih saja menggulir layar ponsel. Video demi video berganti dengan cepat. Satu menit tentang kucing, lalu tiba-tiba resep masakan, dan setelahnya potongan drama sedih. Kamu tahu besok pagi ada pekerjaan yang menunggu, tetapi tanganmu seolah punya kemauan sendiri untuk terus melihat apa yang muncul berikutnya. Kamu merasa lelah, namun rasa penasaran itu membuat mata sulit terpejam.

Perangkap kecepatan

Ada sebuah studi di tahun 2024 yang menyoroti kebiasaan kita saat ini. Mahasiswa yang menghabiskan waktu sekitar tiga jam sehari untuk menonton video pendek cenderung mengalami kesulitan dengan tugas-tugas yang membutuhkan daya ingat. Otak manusia terbiasa dengan stimulasi konstan. Begitu kamu terbiasa dengan konten yang berpindah dalam hitungan detik, kemampuan untuk tetap fokus pada satu hal dalam waktu lama mulai memudar. Ketika kamu mencoba membaca buku atau mengerjakan laporan, tiba-tiba pikiranmu melayang ke hal lain yang lebih seru. Kamu bukan malas, hanya saja otakmu sedang kelelahan karena terus-menerus disuapi rangsangan cepat.

Beberapa orang mungkin merasa bermain game aksi atau gim simulasi olahraga bisa melatih fokus. Ternyata ada perbedaan kecil di sana. Mereka yang bermain gim aksi menunjukkan koordinasi visual yang sedikit lebih baik dibandingkan mereka yang hanya menonton konten pasif. Tapi tetap saja, itu tidak menggantikan kemampuan untuk duduk diam dengan tenang.

Melatih kembali fokus

Kamu perlu menyadari bahwa teknologi memang dirancang untuk membuatmu betah berlama-lama. Algoritma mereka sangat akurat dalam membaca apa yang kamu suka. Saat kamu merasa kesulitan mempertahankan fokus, itu adalah tanda bahwa sistem sarafmu sedang butuh jeda. Fokus manusia memang tidak linear; kemampuannya mencapai titik tertinggi di usia empat puluhan lalu perlahan menurun seiring bertambahnya usia. Kamu bisa memilih untuk mengambil kendali kembali.

Cobalah melakukan satu kegiatan tanpa diselingi ponsel sama sekali. Mungkin membaca lima halaman buku atau sekadar menyeduh teh tanpa ditemani suara video. Awalnya pasti akan terasa membosankan dan jempolmu akan gemetar ingin meraih ponsel kembali. Itu hal wajar. Otakmu sedang belajar untuk tidak lagi bergantung pada lonjakan dopamin instan dari layar.

Kembali ke ritme sendiri

Menjaga perhatian itu membutuhkan usaha. Mengingat kembali masa sekolah dulu, mungkin kamu ingat bagaimana suasana kelas terasa membosankan di pagi hari namun lebih produktif di sore hari. Fluktuasi perhatian itu nyata. Kamu tidak harus menjadi manusia robot yang selalu fokus 24 jam penuh. Jika lelah, istirahatlah tanpa layar. Tidur yang cukup jauh lebih membantu memperbaiki fungsi otak daripada menonton video sampai subuh.

Membatasi diri dari arus konten bukan berarti kamu ketinggalan informasi. Kamu justru memberi ruang bagi pikiranmu untuk bernapas. Hidup tidak selalu soal kecepatan menanggapi setiap tren. Kadang, kemajuan terbesar dalam diri terjadi saat kita berani berhenti sejenak, mematikan notifikasi, dan kembali menikmati hening tanpa gangguan. Fokusmu adalah aset berharga. Jangan biarkan layar ponsel menghabiskannya begitu saja untuk hal-hal yang akan terlupakan dalam lima menit ke depan.

Disadur dari en.wikipedia.org


Ceritain Aja — tempat cari hikmah & ketenangan batin.